Kamis, September 23, 2010

(Alone) Road to Kelud Mt

Pada tanggal 14 September 2010. tanpa di sengaja ketemu Pak Banji di puncak Kelud Kediri Jawa Timur. Jalan ceritanya begini:
Pada Senin 13/9/2010 sore pkl 17.00 berangkat dari Malang untuk Mudik Lebaran (ke mertua) di Jeruk Tugurejo Kediri. Nyampai Kediri malem pukul 2
1.30. agak lambat karena jalanan agak rame.
Selasa Pagi 14/9/2010.
Pukul 09.00 berangkat ke Kelud sendirian dengan Sepeda Motor milik mertua karena Ananda, Istri, Mertua dan adik-adik pergi belanja ke Pasar sambil jalan-jalan. Mulanya agak ragu karena belum pernah pergi ke sana. Dengan berbekan peta dan beberapa info ttg gunung Kelud yang saya cari dari Uncle Google. Bismilahirrohmanirohim..... berangkat.
dari rumah di jeruk ds tugurejo kec Gampeng rejo lewat desa Ketami terus menuju Wates kurang lebih 10 KM. Dari wates belok arah kiri menuju desa sugihwaras kec ngancar/wisata Kelud. dari sini jarak kurang lebih 25 KM ke arah kelud
jalannya mulus dan gak begitu ramai
Di sepanjang jalan banyak ditemui petunjuk sehingga tidak mengalami kesulitan.
Setelah naik motor kurang lebih 24 menit dari wates saya sdh sampai di Pos Tiket mauk kelud. ternyata banyak yang mau naik ke gunung Kelud

Di rest Ares gunung Kelud

Di Pos ini disediakan Shuttle Bus untuk naik ke parkiran atas. dengan ongkos Rp 15.000,00/per orag pulang pergi. bagi yang bawa rombongan Besar (bus) atau ragu kemampuan mobilnya naik ke atas disarankan naik shuttle bus ini Cukup murah untuk jarak 8 km dg jalanan menanjak
Tiket masuk Rp 5.000,00/orang dan sepeda motor Rp 2.000,00
dari Pos langsung tancap gas naik, jalan di kiri kanan merupakan lahan perkebunan PT Margomulyo (Kopi).

jalan yang cukup menanjak sekitar 3,5 km sebelum kawah kelud
Nyampe diparkiran atas tepat pukul 09.50 pagi hawanya sejuk dan scenerynya bagus. Setelah Parkir langsung menuju terowongan (sekarang dibangun =diperpanjang)
Begitu keluar dari terowongan langsung menuju Kawah yang telah berubah menjadi anak Kelud.
Lha disini sekilas melihat ada Pak Banji(Dr. Subanji, dosen matematika UM) yang asli orang Kediri (mojo) bersama Keluarga

Bersama Pak Banji dg latar belakang Anak Kelud
Setelah puas melihat anak gunung Kelud dan jepret sana sini.
saya melanjutkan ke gardu pandang di lereng atas dengan naik tangga ( 400 trap) dengan kemiringan 40-60 derajat sampil uji nyali sekaligus uji kebugaran.
Wah ternyata berat juga naik sebanyak itu terpaksa 5 sd 6 kali berhenti untuk ambil nafas dulu
Dan Akhirnya sampai juga di puncak gardu pandang. Sambil terengah-engah karena di ketinggian itu bs jadi oksigennya menipis. Apalagi lupa gak bawa persediaan air minum. (saran: kalau naik ke gardu pandang disarankan bawa air minum) .saya begitu menikmati alam yang telah diiciptakanNYa. begitu luar biasa.
setelah cukup beristirahat langsung turun. ternyata turun pun tidak mudah kerena tangga menurunnya cukup tajam kemiringannya . harus berhati-hati. Begitu sampai tangga terakhir langsung menuju terowongan. sempat terpikir mau ke sumber air panas di sisi bawah kiri setelah keluar teroowongan. ada jalan tangga menurun dengan kurang lebih 1 km (katanya). Karena sdh agak capek niatan saya batalkan karena yang agak berat kembainya karena harus naik tangga yang cukup panjang.
Sebelum menuju motor mampir beli minum dulu (maklum kehausan krn g bawa bekal minum).
Setelah hilang rasa haus langsung menuju mootor pulang sambil mencermati jalan yang kami lalui waktu berangkat tadi.
Saya berhenti sejenak di pos tiket untuk istirahat sejenak. di sini secara tak sengaja ketemu koordinator shutle bus yang melayani ke lereng kelud. namanya Mas Anam (081259559933). jika ada rencana rombongan bs hub beliau. karena di hari-hari biasa yang di stand by kan hanya 2 unit shuttle bus .
sekitar 10 menit turun melewati jalan semula sesampainya di wates saya lewat jalan arah plosoklaten 2 km sebelum pemandian ubalan ambil arah kiri tembus desa gondang tempurejo terus sampai pertigaan Ketami.
Disini berhenti karena ada sesuatu yang menarik Pecel Punten Mewah (mepet sawah ) Desa Ketami. isinya punten + pecel+krupuk pasirKediri. pokoke unik dan sempat bikin penasaran . rasanya cukup enak . Harganya 1 posi pecel punten+es degan harganya Rp 5 juta (kasirya selalu bilang begitu tapi mbayarnya 5 ribu saja) dan selalu diikuti kata-kata " "Matur suwun, mbenjeng mriki maleh nggih!"... Silahkan coba

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar