Rabu, Februari 18, 2009

BOBOT SOAL UJIAN NASIONAL LEBIH SULIT

Mengutip berita Jawa Pos tanggal 14 pebruari 2009 pada halaman Berita Utama

Untuk Dongkrak Kualitas Siswa

JAKARTA - Bobot soal Ujian Nasional (unas) 2009 dipastikan lebih sulit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Demikian pula, ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). Karena itu, dalam waktu dekat bakal diadakan pelatihan penyusunan naskah soal UASBN di seluruh provinsi. Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) berharap agar tingkat kesulitan itu bisa mendongkrak kualitas anak didik.

”Bukan untuk menakut-nakuti, tapi semata untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Yang panting, soal unas dan UASBN tidak keluar dari kurikulum yang dipakai sekolah,” ujar Ketua BSNP Prof Mungin Eddy Wibowo kemarin.

Soal unas SMP dan SMA murni disusun BSNP. Naiknya tingkat kesulitan ujian tersebut lantaran hasil unas bagi siswa SMA akan dijadikan indikator untuk masuk ke perguruan tinggi.

Memang, kata dia, hasil unas tahun ini belum menjadi acuan masuk perguruan tinggi. Namun, tahun-tahun ke depan arahnya ke sana. Menurut dia, jika kualitasnya tidak ditingkatkan, perguruan tinggi tidak percaya kredibilitas unas. ”Tiap tahun kami perbaiki kualitas ujian. Terlebih lagi tahun ini karena dikawal perguruan tinggi,” jelas Mungin. Selain itu, hasil unas dijadikan pertimbangan untuk memetakan sekolah, salah satu penentu kelulusan peserta didik, dan syarat sekolah mendapat bantuan pendidikan.

Meski begitu, Mungin mengimbau siswa tak perlu risau. Sebab, hasil unas bukan satu-satunya penentu kelulusan. ”Masih ada syarat lain. Misalnya, lulus mata pelajaran di sekolah. Jika hasil unas bagus, tapi ujian di sekolah gagal, siswa bisa dinyatakan tidak lulus,” terangnya.

Untuk UASBN (unas SD), penyusunan naskah soal 75 persen dilakukan provinsi dan 25 persen pemerintah pusat. Rencananya, BSNP menggelar pelatihan terhadap para guru penyusun naskah UASBN. Pelatihan dibagi dua sesi. Gelombang pertama dilaksanakan 18-25 Februari untuk 17 provinsi yang meliputi Indonesia Timur. Gelombang kedua berlangsung 28 Februari hingga 8 Maret untuk 17 provinsi lainnya.

Untuk penyusunan naskah UASBN SD/MI, tiap kabupaten/kota akan diambil tiga guru. Yakni, pengajar matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Sedangkan guru pembuat naskah UASBN SDLB diambil per provinsi, yakni 18 guru.

Penyusunan naskah soal UASBN didampingi dosen dari perguruan tinggi terdekat yang sesuai dengan bidang keahliannya. Yakni, dosen matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. ”Dengan demikian, kami berharap agar kualitas soal unas dan UASBN terjaga. Output yang dihasilkan juga meningkat,” ujarnya.

Selasa, Februari 10, 2009

Lagi Kumpulan Soal Unas

Mau download soal Unas disini

Jumat, Januari 30, 2009

Sertifikat Pelatihan ICT

Sertifikat Pelatihan ICT MGMP Matematika bisa diambil hubungi Pak Teguh SMPN 21 Malang (081931842436)

Kamis, Januari 15, 2009

Prediksi Unas 2009... Baru..

Mau soal prediksi Unas 2009 download disini

Sabtu, Januari 10, 2009

PAS Raport Versi KTSP akan segera diluncurkan

Paket Aplikasi SekolahBeragam pendapat, kritik dan saran masuk kedalam meja redaksi Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama khususnya mengenai Program Paket Aplikasi Sekolah yang telah diluncurkan oleh Direktorat Pembinaan SMP, banyak yang berpendapat Paket Aplikasi Sekolah dapat membantu kinerja baik administrasi sekolah maupun untuk input data sekolah seperti penerimaan siswa baru maupun kebutuhan lainnya. Memang dibutuhkan sedikit upaya untuk mengembangkan program Paket Aplikasi Sekolah ini untuk menjadi lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama dengan acuan berbagai saran dan kritik yang membangun dari masyarakat semua, maka sekarang ini Direktorat Pembinaan SMP akan mempersiapkan Paket Aplikasi Sekolah dengan raport versi KTSP (tidak per KD), semoga dalam waktu tidak lama lagi PAS versi KTSP tersebut dapat dipublish di website ini. Adapun bagi yang telah menggunakan Paket Aplikasi Sekolah yang sekarang ini tidak perlu khawatir, dikarenakan kami juga menyiapkan patch, sehingga tidak diperlukan entri ulang data yang telah ada.
Sumber :http://pelangi.dit-plp.go.id

Rabu, Januari 07, 2009

Anak kita Belajar dari kehidupannya

If children live with criticism, they learn to condemn.
Jika anak hidup dengan kecaman, ia akan belajar untuk mengutuk.

If children live with hostility, they learn to fight.
Jika anak hidup dengan kekerasan,ia akan belajar untuk berkelahi/melawan.

If children live with fear, they learn to be apprehensive.
Jika anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar untuk kuatir

If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
Jika anak hidup dengan kasih sayang, ia akan belajar untuk menghargai dirinya

If children live with ridicule, they learn to feel shy.
Jika anak hidup dengan cemoohan, ia akan belajar untuk menjadi rendah diri.

If children live with jealousy, they learn to feel envy.
Jika anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri hati.

If children live with shame, they learn to feel guilty.
Jika anak hidup dengan dipermalukan,ia akan belajar merasa bersalah.

If children live with encouragement, they learn confidence.
Jika anak hidup dengan dorongan,ia akan belajar percaya diri.

If children live with tolerance, they learn patience.
Jika anak hidup dengan toleransi,ia akan belajar bersabar.

If children live with praise, they learn appreciation.
Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar untuk menghargai.

If children live with acceptance, they learn to love.
Jika anak hidup dengan penerimaan, ia akan belajar untukmencinta.

If children live with approval, they learn to like themselves.
Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai diri sendiri.

If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
Jika anak hidup dengan pengakuan, ia akan belajar dengan baik untuk mmilikitujuan.

If children live with sharing, they learn generosity.
Jika anak hidup dengan kerjasama, ia akan belajar kedermawanan.

If children live with honesty, they learn truthfulness.
Jika anak hidup dengan kejujuran, ia akan belajar tentang keadaan/sifat yang sebenarnya.

If children live with fairness, they learn justice.
Jika anak hidup dengan tindakan yang adil, ia akan belajar tentang keadilan.

If children live with kindness and consideration, they learn respect.
Jika anak hidup dengan kebaikan hati dan perhatian, ia akan belajar untuk menghormati.

If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar untuk memiliki keyakinan akan dirinya.

If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Jika anak hidup dengan persahabatan, ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.

Copyright © 1972 by Dorothy Law Nolte
Jika termejahan kurang pas mohon saran dan kritik TQ
Sumber :http://thetalltrees.wordpress.com/

Selasa, Januari 06, 2009

Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)

SBI adalah sekolah yang menyiapkan peserta didik berdasarkan standar nasional pendidikan (SNP) Indonesia dan tarafnya internasional sehingga lulusan memiliki kemampuan daya saing internasional. Baca selengkapnya disini