Selasa, Januari 26, 2010

BKS (Buku Kerja Siswa)

BKS Siswa Semester Genap Kelas 7 dan 8 telah terbit, Bagi bapak/Ibu Guru yang pesan 9belummendapat kiriman) segera hubungi P Teguh 081931842436
Harga eceran Rp 6.000,00/eksemplar

Berita Gembira Bagi Guru Honorer

Rekomendasi Angkat Guru Honorer CPNS
Rapat Gabungan Mendiknas, Menag, Men pan, dan DPR

JAKARTA - Semua guru honorer harus diangkat menjadi CPNS. Itu salah satu rekomendasi rapat gabungan antara Komisi II, VIII, dan X DPR RI dengan Mendiknas M. Nuh, Menag Suryadharma Ali, Men pan E. E. Mangindaan, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Edy Topo Ashari di gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (25/1).

Rapat gabungan itu juga merekomendasikan agar guru honorer yang tidak dibiayai APBN dan APBD mendapat perhatian. Terutama kesejahteraan mereka.

Rapat gabungan yang dipimpin Ketua Komisi VIII Burhanuddin Napitupulu itu menyepakati persoalan guru honorer harus dituntaskan menyusul segera disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal pengangkatan guru honorer. Guna mempercepat program itu, segera dibentuk panita kerja (panja). Anggotanya dari Komisi II, Komisi VIII, dan Komisi X.

Tugas panja adalah memberikan masukan untuk RPP supaya tidak ada diskriminasi terhadap guru honorer. Masa kerja panja berlangsung satu bulan.

Dalam rapat juga disepakati bahwa kesejahteraan guru menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah, seperti gubernur, bupati, dan wali kota. ''Guru yang sudah menjadi CPNS, namun belum diangkat, harus segera ditetapkan menjadi PNS tanpa seleksi. Cukup dengan verifikasi administrasi,'' terang Burhanuddin.

Para wakil rakyat meminta persoalan kesejahteraan guru menjadi fokus dalam pengangkatan guru PNS. Sebab, persyaratan pengangkatan guru PNS adalah kualifikasi S-1 dan berusia maksimal 46 tahun.

Menurut Wakil Ketua Komisi II Taufik Effendi, pengangkatan guru harus memperhatikan status dan kesejahteraan. ''Kalau secara status memang tidak memungkinkan untuk diangkat, harus dilihat aspek kesejahteraannya. Tidak harus menjadi PNS, bisa juga menjadi pegawai tidak tetap,'' ujar Taufik.

Dia menjelaskan, pengangkatan guru honorer menjadi masalah sejak terbitnya PP No 48 Tahun 2005 jo PP No 43 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS. Berdasar PP tersebut, sejak November 2005 pemerintah tak diperkenankan lagi mengangkat tenaga honorer baru. Semua tenaga honorer yang bekerja di sekolah negeri akan diangkat menjadi CPNS paling lama Desember 2009.

Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding menambahkan, agenda lain yang dibahas panja adalah pengangkatan CPNS untuk mengakomodasi hasil keputusan DPR pada pertemuan Juli 2008 dan Oktober 2009. Juga akomodasi guru swasta yang tidak dibayar oleh APBN/APBD di sekolah negeri maupun swasta. ''Nasib guru swasta ini tetap tidak boleh dilupakan,'' katanya.

Politikus PKB itu menunjuk nasib para pengajar honorer di madrasah, mulai tingkat ibtidaiyah hingga aliyah. ''Peran mereka tidak bisa diabaikan begitu saja,'' tegasnya.

Sementara itu, Mendiknas M. Nuh menjelaskan, sebelum terbit PP No 48 Tahun 2005, di antara 900 ribu guru, ada sekitar 104.000 yang belum diangkat menjadi PNS. Itu terjadi karena ada yang tercecer.

Selain itu, ada pembengkakan jumlah tenaga honorer. Berdasar data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), guru bukan PNS di sekolah negeri pada akhir 2005 mencapai 371.685 orang, dan pada akhir 2009 naik menjadi 524.614 orang.

Nuh mengatakan, pengangkatan guru dibutuhkan untuk meng-cover guru yang pensiun. Selain itu, dalam rangka pemerataan distribusi guru ke daerah terpencil yang rasionya di bawah standar. (kit/dyn/dwi)
Sumber : jawapos

Kamis, November 12, 2009

SKL Unas 2010

Permen tentang SKL Unas :
  1. Permen No 74 tahun 2009 ttg UASBN SD/MI/SDLB
  2. Permen No 75/2009 ttg Unas SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMK
  3. Permen No 76/2009 ttg Unas Paket C Kejuruan
  4. Permen No 77/2009 ttg Unas Prog Paket A, Paket B, Paket C dan Paket C Kejuruan
  5. Permen no. 84 th. 2009 Pengganti Permen no. 75 th.2009

    Pos UN_smp,_mts,_smplb,_smalb,_dan_smk_tahun_pelajaran_2009

Rabu, Oktober 21, 2009

Kegiatan Ws pertemuan ke -3

Agenda pertemuan workshop pada pertemuan ke -3 tanggal 22 Oktober 2009
  • Kelompok Kelas 7
Open Class
tempat : SMPN 5 Malang
waktu : o8.15 - selesai dilanjutkan refleksi
Guru Model : Marindha
  • kelompok Kelas 8
Open Class
tempat : SMPN 11 Malang
waktu : - selesai dilanjutkan refleksi
guru Model : Uning
  • Kelompok Kelas 9
Open Class
tempat : SMPN 20 Malang
waktu : 06.30- selesai dilanjutkan refleksi
guru Model : Wiwik Wijayati

Wokshop LS dan PTK dikunjungi Kepala Seksi Evaluasi P4TK Matematika


pada Tanggal 15 Oktober kegiatan workshop LS dan PTK dikunjungi oleh Ibu Esti Sulastinah,SH, M Hum. yang merupakan Kepala Seksi Evaluasi P4TK Matematika . Foto kegiatan lihat di galery

Jumat, Oktober 09, 2009

Workshop Lesson Study dan Penelitian Tindakan Kelas

MGMP Matematika SMP Kota Malang menyelenggarakan Workshop Lesson Study dan Penelitian Tindakan Kelas.(PTK). workshop ini diikuti oleh 30 orang guru terdiri dari 24 orang guru SMP Negeri dan 6 orang guru SMP Swasta. waktu pelaksanaan adalah 4 kali pertemuan setiap hari Kamis dalam bulan Oktober yaitu tanggal 8 Oktober (SMPN 13 Malang), 15 Oktober (SMPN 13 Malang), 22 Oktober (menyesuaikan) dan 29 Oktober 2009 (SMPN 11 Malang)
Nara sumber kegiatan ini adalah :
  1. Prof. Dr. Ipung Yuwono, M.S., M.Sci. materi PTK
  2. Tim MGMP dengan koordinator Bapak Tjipto Yhuwono, S Pd, M. MPd untuk materi Lesson Study
Kegiatan Workshop ini secara resmi dibuka oleh Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kota Malang Drs Sugiharto. Disamping itu juga dihadiri oleh Kabid Ketenagaan Dra Siti Zubaidah, Pengawas Pembina MGMP Matematika, Drs Darto, M Pd dan Drs Yuwono Patwiyanto, M Pd. Rencana semula juga akan dihadiri tim pemantau dari P4TK Matematika Yogyakarta, namun karena masih ada acara di P4TK maka tim akan datang apada tanggal 15 Oktober 2009

Dalam Sambutannya Pak Gik (Drs Sugiharto) menyampaikan apreasi terhadap MGMP Matematika karena MGMP ini salah satu yang eksis dengan kegiatan-kegiatan. diharapkan terus eksis dan meningkatkan kualitas kegiatannya meskipun pada tahun ini dana untuk kegiatan semacam ini dari dinas sangat minim dan boleh dikatakan tidak ada (paceklik), pak Gik berharap tahun 2010 dana-dana untuk kegiatan pengembangan guru dapat dialokasikan dalam usulan kegiatan dinas pendidikan.
Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan workshop seperti ini sangat sering dilakukan namun yang lebih penting adalah tindak lanjut setelah workshop. Hendaknya setiap peserta mempraktekkan apa yang diperoleh dalam workshop ini selanjutkan diimbaskan pada teman sejawatnya.

Sedangkan Bu Zubaidah dalam memeberikan sambutan menyampaikan bahwa semua guru perlu memahami beberapa hal yang terkait langsung dengan keberadaannya sebagai tenaga pendidik, khususnya dalam hal sertifikasi. Saat ini bagi guru yang sudah mendafat sertifikasi wajib mengajar 24 jam linier artinya mengajar 24 jam pelajaran pada mata pelajaran sesuaibidangnya di sekolah induknya. Sehingga hal ini terkait langsung dengan pemerataan keberadaan guru, setelah dihitung sesuai jumlah jam sesuai ketentuan sertifikasi maka diperlukan penataan untuk pemerataan guru di setiap sekolah, ada sekolah yang kelebihan gur sedangkan di sekolah lain kekurangan guru. Oleh karena itu jika suatu saat ada yang harus berpindah tugas ke sekolah lain ya harus berangkat dan legowo.

Kegiatan hari pertama ditutup pada pukul 14.20 sedikit molor dari yang direncanakan yaitu pukul 14.00. Diakhir kegiatan peserta dibagi dalam 3 kelompok lesson study sesuai kelas kemusian menunjuk koordinator kelompok, memilih guru model sekaligus tempat open class LS dan materi yang akan disajikan pada open class LS pada tanggal 22 Oktober 2009. Setiap anggota kelompok mendapat tugas membuat perencanaan (Plan) berupa RPP dengan materi sesuai yang disepakati pada pertemuan ke II tanggal 15 Oktober agendanya adalah membuat dan menyempurnakan plan sesuai kelompok kelasnya dan mempresentasikan (pier teaching) di depan peserta/kelompoknya

Kelompok kelas 9
  • Ketua : Arjo Setyo Adi Winarno, S Pd (SMPN 4 Malang)
  • Model : Dra Wiwik Wijayati (SMPN 20 Malang)
  • Tempat open class : SMPN 20 Malang
  • Waktu : Kamis, 22 Oktober 2009 jam ke 1-2 ( mulai pukul 06.30)
Kelompok Kelas 8
  • Ketua : Drs Djaka Purwanta (SMPN 12 Malang)
  • Model : Uning P, S Pd (SMPN 11 Malang)
  • Tempat open class: SMPN 11 Malang
  • Waktu : Kamis, 22 Oktober 2009 jam ke ...
Kelompok Kelas 7
  • Ketua : -
  • Model : Marindha, S Pd (SMPN 5 Malang)
  • Tempat open class: SMPN 5Malang
  • Waktu : Kamis, 22 Oktober 2009 jam ke ....
Ada pertanyaan yang disampaikan mengapa memilih lesson study dan PTK bukankah itu sudah jadul?
Memang materi lesson Study dan PTK ini boleh dikatakan jadul karena kedua hal ini sudah lama dideseminasikan di lingkungan pendidikan. Namun yang terjadi di lapangan masih banyak teman-teman guru yang belum mengenal secara mendalam tentang lesson study apalagi melaksanakannya demikian juga dengan PTK masih sangat banyak teman guru yang kesulitan untuk membuat penelitian tindakan kelas. Dan pemilihan ini berdasarkan pada angket yang disebarkan pengurus banyak yang menginginkan kedua materi ini. Foto kegiatan lihat di galery

OLYMPIADE MATEMATIKA 2009 TINGKAT SMP/MTs se MALANG RAYA

Penyelenggara : SMA Islam Kepanjen, Malang
Waktu : 29 Oktober 2009
Syarat dan Ketentuan silahkan buka di sini.