Minggu, November 02, 2008

UN 2009 Mengacu KTSP

Sumber : Radar Malang 2 Nop 2008

MALANG
- Ujian Nasional (UN) yang digelar April 2009 mendatang bakal menjadi UN perdana yang mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dengan ketentuan tersebut, SMA negeri yang telah mencapai standar nasional wajib mengimbaskan pemahaman KTSP-nya pada sekolah lain.

Getok tular pemahaman KTSP salah satunya digelar di SMAN 1 Kota Malang. Mulai kemarin (1/11) hingga besok, 50 guru dari 10 sekolah negeri dan swasta menjalani bimbingan teknis penerapan KTSP. Selain mendengarkan materi, mereka juga berdiskusi, simulasi, dan berinteraksi mempraktikkan cara mengajar dan model pembelajaran KTSP.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Malang M. Shulton mengatakan, KTSP mengandalkan materi yang tertuang dalam SKL (standar kompetensi lulusan). Dari sana siswa sudah ditentukan penguasaan materinya agar bisa sesuai standar yang ditetapkan. "Jadi guru fokus ke SKL yang dikeluarkan Depdiknas. Bisa pula ditambah," katanya.

Kabid Dikmen Diknas Kota Malang Sugiharto menerangkan, guru dalam KTSP tidak banyak mengajar. Namun cenderung menciptakan nuansa dan kesempatan belajar kepada siswa. Mereka harus mendorong siswa banyak belajar. Guru harus terus menerapkan PAKEMI (pendidikan yang efektif, kreatif, efektif, menyenangkan dan inovatif). "Guru harus TLLM. Artinya teach less learn more," katanya.

Guru dianjurkan hanya memberikan hand out yang mirip ringkasan. Setelah itu, siswa diharapkan mencari sendiri penjabaran materi melalui BSE (buku sekolah elektronik). Dari sana waktu yang tersisa bisa untuk kreasi pembelajaran, praktik atau pendalaman. "Jadi siswa bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan. Mereka juga tidak bosan karena menyenangkan," ungkap Sugiharto.

Sebelumnya, pembimbingan KTSP juga diterapkan di SMK swasta. Sebab rata-rata SMK swasta dinilai masih kurang dalam kreasi dan inovasi strategi pembelajaran. Kreasi dan inovasi pun harus dimasukkan ke dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sehingga kontinyu dan bisa dipertanggungjawabkan.

Beberapa sekolah swasta masih mengandalkan copy paste KTSP milik sekolah lain atau dari tuntutan pokok. Meski Diknas tidak melarang, namun masing-masing sekolah dianjurkan memasukkan unsur kreativitas dan kekhasan sekolah tersebut dalam KTSP yang dibuatnya. (yos/war)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar